OSPF Lanjutan di MikroTik: Default Route, Cost, dan Filter
Setelah berhasil membangun jaringan OSPF Single Area, langkah selanjutnya adalah menghubungkan jaringan internal kita ke dunia luar (internet) dan belajar bagaimana cara mengontrol serta memanipulasi alur data. Artikel ini akan membahas tiga konsep penting: redistribusi default route, manipulasi OSPF Cost, dan penerapan filter rute.
##
1. Menghubungkan OSPF ke Internet (Redistribute Default Route) 🌐
Router di dalam jaringan OSPF Anda
tahu cara menjangkau satu sama lain, tetapi mereka tidak tahu cara menjangkau internet.
Untuk itu, kita perlu "mengajarkan" mereka sebuah default route
(0.0.0.0/0). Ini
dilakukan oleh router yang terhubung langsung ke internet, yang dalam dunia
OSPF disebut ASBR (Autonomous System Boundary Router).
Proses "mengajarkan" rute
eksternal (seperti default route) ke dalam OSPF disebut redistribusi.
Cara Konfigurasi di MikroTik: Pada router yang menjadi gerbang internet, cukup set
properti redistribute-default-route di instance OSPF.
Cuplikan kode
/routing
ospf instance
set
0 redistribute=as-type-1
(Catatan: 0 adalah nomor instance default)
Tipe
Rute Eksternal: Type-1 vs. Type-2
Saat melakukan redistribusi, OSPF
mengenalkan dua tipe rute eksternal:
- Type 2 (E2 - Default di banyak vendor): Metrik atau cost rute ini bersifat tetap.
Router internal hanya akan melihat cost awal saat rute itu
disebarkan dan tidak akan menambahkan cost internal untuk mencapai
ASBR. Ini cocok jika Anda hanya punya satu gerbang internet.
- Type 1 (E1):
Metrik atau cost bersifat akumulatif. Cost akhirnya adalah (cost
eksternal + cost internal) untuk mencapai ASBR. Tipe ini sangat
berguna jika Anda punya lebih dari satu gerbang internet, karena router
internal akan secara cerdas memilih gerbang yang "paling dekat"
berdasarkan total cost terendah. Ini sesuai dengan catatan Anda: Type1=internal+external.
##
2. Mengatur Lalu Lintas dengan OSPF Cost: Failover & Load Balancing ⚖️
OSPF menentukan rute terbaik
berdasarkan nilai Cost terendah. Semakin kecil cost, semakin baik
rutenya. Kita bisa memanipulasi nilai cost ini untuk mengarahkan lalu
lintas sesuai keinginan kita.
Formula
OSPF Cost
Secara default, MikroTik menghitung cost
secara otomatis berdasarkan bandwidth interface dengan formula: Cost
= Reference Bandwidth / Interface Bandwidth
Secara default, reference
bandwidth adalah 100Mbps. Ini menjadi masalah di jaringan modern,
karena interface FastEthernet (100Mbps) dan GigabitEthernet (1000Mbps) keduanya
akan memiliki cost 1, sehingga OSPF menganggap keduanya sama baiknya.
Logika
Cost: Failover vs. Load Balancing
Hubungan antara cost dan alur
data sangat sederhana dan kuat:
- Jika Cost Sama:
Ketika sebuah router menerima informasi tentang rute yang sama dari dua
sumber berbeda dengan total cost yang identik, ia akan
melakukan Load Balancing. Di MikroTik, ini disebut ECMP
(Equal-Cost Multi-Path). Lalu lintas akan dibagi ke kedua jalur
tersebut.
- Jika Cost Berbeda:
Router akan selalu memilih jalur dengan total cost terendah
sebagai jalur utama. Jalur dengan cost yang lebih tinggi akan
diabaikan dan hanya akan digunakan sebagai jalur cadangan jika jalur utama
mati (Failover).
Anda dapat melihat cost dari
setiap rute pada tabel routing: /ip route
print.
##
3. Mengontrol Rute dengan Filter 🛡️
Terkadang, kita tidak ingin semua
rute disebarkan atau diterima. Kita mungkin ingin memblokir rute tertentu untuk
alasan keamanan atau kebijakan. Di sinilah Routing Filter berperan.
Cara Konfigurasi di MikroTik: Filter dibuat di menu /routing
filter. Aturan filter terdiri dari dua
bagian utama: kondisi (apa yang dicocokkan) dan aksi (apa yang harus
dilakukan).
Cuplikan kode
/routing
filter
add
chain=ospf-in prefix=172.16.0.0/16 prefix-length=16-24 action=discard
- chain=ospf-in:
Aturan ini akan diterapkan pada rute OSPF yang masuk ke router.
- prefix dan prefix-length:
Kondisi untuk mencocokkan rute. Contoh di atas akan mencocokkan semua rute
dalam blok 172.16.0.0/16 yang memiliki subnet mask antara /16 hingga
/24.
Aksi
(Action) pada Filter
- accept:
(Default) Menerima dan memasukkan rute ke dalam tabel routing.
- discard:
Membuang rute secara diam-diam. Router tujuan tidak akan pernah tahu
tentang rute ini. Ini adalah aksi yang paling umum digunakan untuk
memblokir rute.
- reject:
Membuang rute dan mengirimkan pesan notifikasi (ICMP unreachable).
Aksi
Alternatif: set-distance
Daripada membuang rute, kita bisa
membuatnya "kurang dipercaya" dengan menaikkan nilai Administrative
Distance (AD). Di MikroTik, AD disebut distance. Secara default, rute OSPF memiliki distance 110.
Cuplikan kode
/routing
filter
add
chain=ospf-in prefix=0.0.0.0/0 action=accept set-distance=200
Aturan di atas akan menerima default
route, tetapi menaikkan nilainya menjadi 200. Jika router ini juga menerima default route dari sumber
lain (misalnya, dari static route yang memiliki distance 1), maka rute OSPF ini akan kalah dan hanya menjadi cadangan.

Komentar
Posting Komentar