Memahami Dunia Routing: Panduan Lengkap IGP dan EGP
Mari kita bedah keduanya.
Interior
Gateway Protocol (IGP): Jantung Jaringan Internal 🌐
IGP adalah jenis protokol routing yang digunakan untuk bertukar
informasi di dalam sebuah Autonomous System (AS) tunggal.
Bayangkan sebuah AS sebagai jaringan milik satu organisasi atau perusahaan.
Tugas utama IGP adalah memastikan semua router di dalam perusahaan tersebut
tahu cara menjangkau satu sama lain secara efisien.
IGP sendiri terbagi lagi menjadi dua
jenis utama berdasarkan cara kerjanya:
1.
Distance Vector
Protokol ini bekerja dengan sangat
sederhana: berdasarkan jarak (distance). Setiap router akan memberitahu
tetangganya "jarak" atau hop count (jumlah lompatan router)
yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah tujuan. Algoritma ini sering disebut
"routing by rumor" karena router hanya percaya pada informasi yang
diberikan oleh tetangganya tanpa melihat topologi jaringan secara keseluruhan.
- RIP (Routing Information Protocol): Ini adalah salah satu protokol distance vector
tertua. RIPv1 dan RIPv2 adalah dua versinya yang paling
dikenal. Saat ini, jika kita berbicara tentang RIP, hampir pasti yang
dimaksud adalah versi yang lebih modern.
- IGRP & EIGRP (Interior Gateway Routing Protocol
& Enhanced IGRP): Ini
adalah protokol milik Cisco. Artinya, protokol ini dioptimalkan dan
secara historis hanya bisa berjalan di perangkat Cisco. EIGRP adalah versi
yang lebih canggih, menggabungkan keunggulan distance vector dan
link-state, namun tetap bersifat proprietary (khusus vendor).
2.
Link-State
Protokol link-state memiliki
pendekatan yang lebih cerdas. Setiap router akan membangun "peta"
topologi jaringan secara lengkap berdasarkan informasi status link
(link-state), seperti bandwidth, delay, dan biaya (cost). Dengan
memiliki peta lengkap, setiap router dapat secara mandiri menghitung jalur
terpendek dan terbaik ke semua tujuan menggunakan algoritma Shortest Path
First (SPF).
- OSPF (Open Shortest Path First): Inilah raja dari protokol IGP. OSPF adalah
protokol yang paling banyak digunakan di jaringan perusahaan saat ini.
Sifatnya yang "open" berarti bisa digunakan di perangkat dari
berbagai vendor (tidak seperti EIGRP). OSPF sangat skalabel, efisien, dan
cepat dalam merespons perubahan topologi jaringan.
- IS-IS (Intermediate System to Intermediate System): Mirip dengan OSPF, IS-IS juga merupakan protokol
link-state yang sangat andal dan skalabel. Meskipun tidak sepopuler OSPF
di jaringan enterprise, IS-IS banyak digunakan di jaringan inti para
penyedia layanan internet (ISP) besar karena kemampuannya yang tangguh.
Exterior
Gateway Protocol (EGP): Penghubung Antar Jaringan 🤝
Jika IGP mengatur lalu lintas di
dalam satu "kota" (satu perusahaan/AS), maka EGP adalah
protokol yang mengatur lalu lintas di "jalan tol" yang menghubungkan
antar "kota" tersebut.
EGP digunakan untuk bertukar informasi routing antar
Autonomous System (AS) yang berbeda. Ketika Anda mengakses sebuah website,
data Anda kemungkinan besar melintasi jaringan dari beberapa ISP yang berbeda.
Komunikasi antar ISP inilah yang diatur oleh EGP.
Saat ini, hanya ada satu protokol
EGP yang menjadi standar de facto dan tulang punggung internet global:
- BGP (Border Gateway Protocol): BGP adalah protokol yang membuat internet tetap
berjalan. Tidak seperti IGP yang fokus pada kecepatan atau metrik teknis
(seperti bandwidth atau jarak), BGP membuat keputusan routing berdasarkan kebijakan
(policy) yang ditentukan oleh setiap pemilik AS. Ini memungkinkan ISP
untuk mengontrol bagaimana lalu lintas data masuk dan keluar dari jaringan
mereka, seringkali berdasarkan perjanjian bisnis atau peering.
Secara singkat, IGP berfokus pada
menemukan jalur tercepat di dalam jaringan Anda, sementara EGP berfokus pada
menemukan jalur terbaik (berdasarkan kebijakan) antar jaringan yang berbeda di
seluruh dunia.

Komentar
Posting Komentar